hp lebih kotor daripada toilet

Ternyata, HP Kita Lebih Kotor Daripada Dudukan Toilet!

Sebuah teori: terakhir kali ada orang yang pup tanpa mainan Instagram adalah sekitar tahun 2011, 2012. Sungguh mengherankan bagaimana aplikasi ini berubah: pada awalnya kita hanya menggunakannya untuk mewarnai foto digital sehingga mereka menjadi ungu-oranye dan estetis, tapi sekarang aplikasi ini ada untuk menggoda calon pasangan atau sebagai teman buang hajat, atau kadang-kadang keduanya.

Kabar buruknya, ponsel yang kamu genggam sekarang, dipenuhi partikel butiran kotoran dan bakteri. Selamat datang di masa depan! Masa depan indah, bukan?

Ngomong-ngomong, kamu sudah tahu soal ini selama beberapa lama. Untuk alasan apapun, bentuk pengukuran kotoran yang diterima adalah dudukan toilet (1 dudukan toilet = 1 unit kotoran) (yang sedikit keliru: talenan secara teknis lebih kotor daripada kursi toilet dalam hal rumah, tetapi kursi toilet punya vibe kotor yang tak terkalahkan), dan selama ini kamu mengetahui bahwa ponsel pintar dan keyboard laptopmu setidaknya sama dengan satu atau dua dudukan toilet (atau 1-2 T, kalau disingkat). Ini tidak pernah menghentikanmu. Tapi sekarang beritanya adalah bahwa ponselmu bisa setara dengan kotoran tiga kursi toilet (3 T.), dan mungkin kamu tetap tidak peduli.

Rata-rata, layar ponsel pintar lebih kotor tiga kali lipat dibandingkan satu dudukan toilet, menurut penelitian baru-baru ini.

BACA JUGA:   Ini 7 Tanda Jika Tubuh Kita Kekurangan Protein Dan Cara Mengatasinya

Spesialis gawai Insurance2go menguji tiga ponsel berbeda—iPhone 6, Samsung Galaxy S8, dan Google Pixel—untuk mengetahui jumlah bakteri yang terkandung di permukaannya.

Mereka menemukan banyak jamur dan bakteri di seluruh permukaan ponsel. Hal ini tidak mengejutkan saat kamu menyadari warga Inggris rata-rata menyentuh ponsel mereka 3,000 kali sehari.

— Metro , August 20 2018

Berikut adalah hasil tes yang menampilkan jamur dan bakteri:

kotoran dan jamur di HP
VIA INSURANCE2GO

Berikut kutipan dari sebuah perusahaan yang mengatakan ponsel kita penuh dengan kotoran:

“Hasil tes kami menemukan bahwa layar smartphone memiliki tingkat bakteri, ragi dan jamur, yaitu 254,9 unit infeksi per cm2,” ujar perusahaan tersebut.

“Hasil tes menunjukkan layar smartphone sepuluh kali lebih terinfeksi dibanding dudukan toilet dan tuas flush,” ujar Insurance2go. “Ini kabar buruk mengingat wajah kita terus menerus berhadapan dengan layar ponsel.”

— Metro, &c.

Bayangin tuh, ragi dan jamur bertebaran di atas sesuatu yang kita sentuh setiap harinya. Amit-amit. Setiap pagi saya bangun tidur dan langsung mengecek ponsel. Sebelum tidur apa yang saya cek? Ponsel. Kadang saya bermain ponsel sambil menonton TV. Ini mengharuskan saya memutar ulang tayangan yang sedang saya tonton karena banyak adegan penting terlewatkan akibat saya asyik dengan meme Fortnite di Instagram.

BACA JUGA:   8 Cara Alami Untuk Menambah Berat Badan Dengan Cepat, Lebih Aman Untuk Kesehatan!

Siapa sangka ternyata semua sentuhan jari di ponsel—setiap ketukan, setiap scroll—sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan memeperkan jari di tiga dudukan toilet sekaligus. Ironisnya, saya sering banget main ponsel ketika sedang buang air di urinal.

Solusinya ya cuman satu: bersihkan ponselmu. Survei Insurance2go juga menemukan hanya satu dari 20 orang dewasa yang membersihkan ponsel mereka setiap enam bulan atau kurang. Sisanya? Nyaman mendekapkan wajah ke sesuatu yang sama kotornya dengan dudukan toilet. Kain halus dan sedikit semprotan alkohol di atas layar seharusnya cukup untuk mengenyahkan banyak bakteri.

Tapi jujur deh, habis baca artikel ini pun, gak akan kamu lakukan toh? Paling banter abis ini kamu lap dengan tisu basah sekali. Tapi setelah itu kamu akan kembali ke kehidupan normalmu, dengan ponsel kotormu itu. Kita sering menertawakan orang-orang Abad Pertengahan karena gaya hidupnya yang kotor menyebabkan Wabah Hitam, tapi coba kita ngaca dulu.

Di era yang jauh lebih modern ini, kita menenteng-nenteng gawai kecil yang canggih, tapi nyatanya tetap terpapar dengan bakteri dan jamur setiap harinya. Jadi sebetulnya kita udah benar-benar maju belum sih?

#Artikel Asli